Reportase: Free Paper Presentation Session 1

ekaKuala Lumpur – Eka Yoshida Syukri dari United Nation University – International Institute for Global Health membuka presentasi paper di ruang 1 dengan topik dampak implementasi casemix dalam pengurangan biaya dalam skema asuransi di rumah sakit pendidikan di Indonesia. Studi yang dilakukan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta ini menganalisis perbedaan biaya antara metode pembayaran casemix dan fee-for-services. Berdasarkan studi ini diketahui bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada biaya human resources, stationery, dan billing delivery antara metode pembayaran casemix dan fee-for-services. Biaya human resources diketahui lebih rendah 2,5 kali lipat pada metode pembayaran casemix dibandingkan dengan fee-for-services. Sedangkan biaya stationery dan billing delivery diketahui lebih rendah masing-masing 1,5 dan 1,2 kali lipat pada metode pembayaran casemix dibandingkan fee-for-services. Secara umum, disimpulkan bahwa pasien yang membayar dengan mtode casemix membayar 23,2% lebih rendah dibandingkan pasien yang membayar dengan metode fee-for-services.

sitiPresentasi kedua dibawakan oleh Siti Khadijah Nasution dari Universitas Gadjah Mada, Indonesia dengan topik Apakah Kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mampu meningkatkan keadilan utilisasi pada penolong persalinan terlatih di Indonesia. Studi data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2012-2016 ini menganalisis ketimpangan distribusi penolong persalinan terlatih di Indonesia. Berdasarkan studi ini diketahui bahwa hingga tahun 2016, distribusi penolong persalinan terlatih di Indonesia bagian Timur masih lebih sedikit dibandingkan dengan Indonesia bagian Barat. Selain itu, persalinan dengan tenaga kesehatan terlatih juga diketahui lebih tinggi di kawasan perkotaan dibandingkan dengan pedesaan. Faktor yang mempengaruhi persalinan dengan tenaga kesehatan terlatih yaitu kepemilikan asuransi, kondisi geografis, tingkat Pendidikan dan sosioekonomi. Kondisi ini akan membaik apabila dilakukan peningkatan ketersediaan sisi suplai, audit kepesertaan penerima bantuan iuran, serta meningkatkan level Pendidikan dan sosioekonomi.

Presentasi ketiga disajikan oleh Erwin Purwaningsih dari Universitas Gadjah Mada, Indonesia dengan topik kontribusi pemerintah daerah dalam mendukung pencapaian Universal Health Coverage (UHC) di Kalimantan Timur. Studi yang dilakukan mendeskripsikan upaya pemerintah daerah dalam mengintegrasikan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dengan JKN. Berdasarkan studi ini, diperoleh informasi bahwa terdapat peran pemerintah daerah dalam mendorong pencapaian target kepesertaan JKN di Kalimantan Timur, yaitu integrasi Jamkesda-JKN. Meskipun demikian, ternyata proses integrasi ini belum optimal mengingat target yang ditetapkan belum tercapai.

Presentasi keempat dibawakan oleh Yin New Aung dari International Centre for Casemix and Clinical Coding, Fakultas Kedokteran Universitas Kebangsaan Malaysia tentang Determinant Length of Stay (LOS) di Intensive Care Unite (ICU) di Rumah Sakit Pendidikan di Malaysia. Studi yang dilakukan menganalisis data ICU mulai Januari 2013 hingga Desember 2015. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa usia dan jenis kelamin tidak berkontribusi terhadap lamanya LOS di ICU. Faktor yang berkontribusi terhadap lamanya LOS yaitu kondisi medis, dan kasus obstetri.

Presentasi kelima disajikan oleh Viera Wardhani dari Universitas Brawijaya Indonesia tentang progress dan determinan akreditasi rumah sakit di Indonesia. Studi yang dilakukan dengan menganalisis tren akreditasi rumah sakit selama 2012 – 2017. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa terdapat penurunan yang besar jumlah rumah sakit yang terakreditasi di tahun 2013 dibandingkan tahun 2012. Jumlah rumah sakit terakreditasi meningkat secara perlahan dimulai tahun 2014. Faktor determinannya adalah implementasi JKN yang mengharuskan setiap rumah sakit terakreditasi dan beradaptasi sesuai standar internasional di tahun 2013.

labangPresentasi keenam disaikan oleh Labasangzhu dari Tibet University Medical College tentang progress dan hambatan dalam peningkatan kualitas kesehatan ibu di Tibet. Penelitian ini menghasilkan informasi tentang peningkatan pelayanan rujukan mulai tahun 2000 hingga 2017 sekitar 70% dan mempengaruhi penurunan kematian ibu dari 466 ke 100 per 100.000 kelahiran.

Presentasi ketujuh disampaikan oleh Fury Maulina dari Universitas Malikussaleh, Nanggroe Aceh Darussalam mengenai kompetensi manajemen dokter yang ditempatkan di daerah terpencil. Penelitian ini menghasilkan informasi tentang skill komunikasi dan kepedulian terhadap hak-hak pasien adalah kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang dokter dan manager di daerah terpencil..

Reportase oleh: Dedik Sulistiawan

Reportase Terkait:

 

Free paper oral presentation

Room 1

ekaKuala Lumpur – Eka Yoshida Syukri dari United Nation University – International Institute for Global Health membuka presentasi paper di ruang 1 dengan topik dampak implementasi casemix dalam pengurangan biaya dalam skema asuransi di rumah sakit pendidikan di Indonesia. Studi yang dilakukan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta ini menganalisis perbedaan biaya antara metode pembayaran casemix dan fee-for-services. Berdasarkan studi ini diketahui bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada biaya human resources, stationery, dan billing delivery antara metode pembayaran casemix dan fee-for-services. Biaya human resources diketahui lebih rendah 2,5 kali lipat pada metode pembayaran casemix dibandingkan dengan fee-for-services. Sedangkan biaya stationery dan billing delivery diketahui lebih rendah masing-masing 1,5 dan 1,2 kali lipat pada metode pembayaran casemix dibandingkan fee-for-services. Secara umum, disimpulkan bahwa pasien yang membayar dengan mtode casemix membayar 23,2% lebih rendah dibandingkan pasien yang membayar dengan metode fee-for-services.

sitiPresentasi kedua dibawakan oleh Siti Khadijah Nasution dari Universitas Gadjah Mada, Indonesia dengan topik Apakah Kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mampu meningkatkan keadilan utilisasi pada penolong persalinan terlatih di Indonesia. Studi data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2012-2016 ini menganalisis ketimpangan distribusi penolong persalinan terlatih di Indonesia. Berdasarkan studi ini diketahui bahwa hingga tahun 2016, distribusi penolong persalinan terlatih di Indonesia bagian Timur masih lebih sedikit dibandingkan dengan Indonesia bagian Barat. Selain itu, persalinan dengan tenaga kesehatan terlatih juga diketahui lebih tinggi di kawasan perkotaan dibandingkan dengan pedesaan. Faktor yang mempengaruhi persalinan dengan tenaga kesehatan terlatih yaitu kepemilikan asuransi, kondisi geografis, tingkat Pendidikan dan sosioekonomi. Kondisi ini akan membaik apabila dilakukan peningkatan ketersediaan sisi suplai, audit kepesertaan penerima bantuan iuran, serta meningkatkan level Pendidikan dan sosioekonomi.

Presentasi ketiga disajikan oleh Erwin Purwaningsih dari Universitas Gadjah Mada, Indonesia dengan topik kontribusi pemerintah daerah dalam mendukung pencapaian Universal Health Coverage (UHC) di Kalimantan Timur. Studi yang dilakukan mendeskripsikan upaya pemerintah daerah dalam mengintegrasikan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dengan JKN. Berdasarkan studi ini, diperoleh informasi bahwa terdapat peran pemerintah daerah dalam mendorong pencapaian target kepesertaan JKN di Kalimantan Timur, yaitu integrasi Jamkesda-JKN. Meskipun demikian, ternyata proses integrasi ini belum optimal mengingat target yang ditetapkan belum tercapai.

Presentasi keempat dibawakan oleh Yin New Aung dari International Centre for Casemix and Clinical Coding, Fakultas Kedokteran Universitas Kebangsaan Malaysia tentang Determinant Length of Stay (LOS) di Intensive Care Unite (ICU) di Rumah Sakit Pendidikan di Malaysia. Studi yang dilakukan menganalisis data ICU mulai Januari 2013 hingga Desember 2015. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa usia dan jenis kelamin tidak berkontribusi terhadap lamanya LOS di ICU. Faktor yang berkontribusi terhadap lamanya LOS yaitu kondisi medis, dan kasus obstetri.

Presentasi kelima disajikan oleh Viera Wardhani dari Universitas Brawijaya Indonesia tentang progress dan determinan akreditasi rumah sakit di Indonesia. Studi yang dilakukan dengan menganalisis tren akreditasi rumah sakit selama 2012 – 2017. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa terdapat penurunan yang besar jumlah rumah sakit yang terakreditasi di tahun 2013 dibandingkan tahun 2012. Jumlah rumah sakit terakreditasi meningkat secara perlahan dimulai tahun 2014. Faktor determinannya adalah implementasi JKN yang mengharuskan setiap rumah sakit terakreditasi dan beradaptasi sesuai standar internasional di tahun 2013.

labangPresentasi keenam disaikan oleh Labasangzhu dari Tibet University Medical College tentang progress dan hambatan dalam peningkatan kualitas kesehatan ibu di Tibet. Penelitian ini menghasilkan informasi tentang peningkatan pelayanan rujukan mulai tahun 2000 hingga 2017 sekitar 70% dan mempengaruhi penurunan kematian ibu dari 466 ke 100 per 100.000 kelahiran.

Presentasi ketujuh disampaikan oleh Fury Maulina dari Universitas Malikussaleh, Nanggroe Aceh Darussalam mengenai kompetensi manajemen dokter yang ditempatkan di daerah terpencil. Penelitian ini menghasilkan informasi tentang skill komunikasi dan kepedulian terhadap hak-hak pasien adalah kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang dokter dan manager di daerah terpencil..

Reportase oleh: Dedik Sulistiawan

 

Reportase Terkait:

 

Plenary II: Research and Development of Big Data in Healthcare System

Oleh: dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes, Ph.D (Universitas Gadjah Mada)

lfnKuala Lumpur – Pada sesi Plenary II Postgraduate Forum on Health Systems and Policies, Lutfan Lazuardi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada Indonesia memberikan paparan tentang penggunaan big data untuk penelitian dan pengembangan di bidang pelayanan kesehatan. Data memiliki banyak keuntungan dalam proses pelayanan kesehatan, seperti menjadi alat untuk mendukung pengambilan keputusan (decision making process) yang lebih baik. Akan tetapi, situasinya saat ini adalah data rutin dalam layanan kesehatan sering kali tidak tersedia secara baik karena memiliki format yang tidak mudah digunakan.

Pendekatan analisis big data dalam dunia kesehatan meningkat secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir. Big data banyak dimanfaatkan oleh banyak sektor, khususnya di sektor kesehatan. Lalu, apakah sebenarnya big data? Lutfan menyampaikan, big data setidaknya memiliki 5 karakteristik. Karakteristik tersebut yaitu: large volume, velocity, variety, value, and veracity. Big data didefinisikan beragam, di antaranya adalah sebagai kumpulan data berskala besar baik terstruktur maupun tidak terstruktur. Unsur yang membedakan dengan traditional data adalah big data berskala besar dan umumnya semi terstruktur-unstruktur. Sementara itu big data analytics adalah proses pengumpulan, pengorganisasian, dan analisis data berukuran besar untuk menemukan pola dan informasi berguna lainnya.

Sumber big data yang potensial dianalisis antara lain data dari sistem informasi klinis, database genetika, data klaim, the internet of things, data iklim, jejaring sosial, dan web search (google trends). Sebagai contoh adalah kasus infeksi dengue. Penggunaan big data pada surveilans dengue digunakan untuk early warning dalam sistem surveilans. Harapannya, informasi dari hasil analisis big data dapat mendorong percepatan penanganan kasus dan tindakan yang semula passive reactive approached berdasarkan pelaporan menjadi deteksi dini (prediksi) menggunakan data iklim data surveilans rutin. Hal ini dimungkinkan karena daya prediksi infeksi dengue menggunakan data iklim cukup kuat, yaitu memiliki model yang presisi dengan kenyataannya. Sehingga dengan proses ini diharapkan dapat dilakukan tindakan segera.

Pengembangan data Twitter juga digunakan untuk melihat situasi dengue. Menggunakan teknik ini, didapatkan informasi bahwa mobilitas penduduk merupakan faktor penyebab dengue. Selain Twitter, Google Trends juga cukup baik digunakan untuk memprediksi kejadian dengue. Penggunaan big data yang lain misalnya pada kampanye imunisasi Measles and Rubella (MR) dengan penggunaan analisis sentimen dengan Twitter yang bertujuan untuk mengetahui respon masyarakat terkait awareness atas imunisasi MR. Berdasarkan kegiatan ini, diperoleh informasi tentang ekspresi positif dan negatif masyarakat tentang rumor yang beredar mengenai kampanye MR di Indonesia. Analisis big data yang bersumber Twitter memiliki banyak keuntungan, antara lain akses gratis, data yang realtime, serta biaya yang murah. Meskipun demikian, analisis big data Twitter memiliki kelemahan yaitu hanya 1% data yang dapat diakses secara gratis. Tantangan lain yaitu penggunaan bahasa yang kompleks yang mana menyebabkan sulitnya mengidentifikasi dan menemukan pola. Sumber big data lain yang potensial untuk dianalisis yaitu data JKN. Sebagaimana disebutkan, saat ini terdapat sekitar 198 juta penduduk merupakan peserta JKN, dan ini memberikan konsekuensi pada banyanya data penduduk yang terekam. Beberapa data yang dapat dimanfaatkan adalah data klaim (INA-CBGs).

Terakhir, Lutfan menyampaikan bahwa big data sangat potensial digunakan untuk lebih memahami isu kesehatan secara lebih baik, memperbaiki kualitas sistem kewaspadaan dini kejadian luar biasa, meningkatkan kepedulian masyarakat, dan mendorong efisiensi. Tantangannya adalah pertumbuhan data bersifat eksoponensial sehingga membutuhkan infrastruktur khusus serta sumber daya manusia yang terlatih.

Reporter: Dedik Sulistiawan

Reportase Terkait:

 

Plenary 1: Managing Big Data for Health

Oleh: Prof. Virasakdi Chongsuvivatwong

d1 plen1Postgraduate Forum on Health System ke-12 hari pertama di UKM dilanjutkan dengan sesi plenary discussion dengan topik “Managing Big Data for Health” oleh Prof Virasakdi Chongsuvivatwong. Guru besar Prince of Songkla University ini memiliki bidang keahlian pada bidang epidemologi dan manajemen data. Virasakdi mengawali diskusi plenary dengan menggambarkan data sebagai sebuah power yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan dari berbagai perspektif.

Prof Virasakdi Chongsuvivatwong menjelaskan pentingnya memahami konsep Big Data di sektor kesehatan yang seyogyanya diikuti dengan sistem manajemen data yang lebih baik khususnya pada health scope. Saat ini, sektor ekonomi hingga pertanian mengarahkan big data sebagai bagian penting untuk menentukan tindak lanjut ke depan. Tidak berbeda, sektor kesehatan memiliki urgensi dan dipengaruhi oleh aspek teknologi yang penting bagi kehidupan manusia dari segala sektor. Virasakdi menambahkan beberapa penunjang yang perlu dipahami yaitu : sistem pengumpulan data terbaru, tipe pengumpulan data (internet-based dan application-based) serta sistem teknologi komputasi penyerta (Machine learning and Artificial Intelegence). Era disrupsi data saat ini merupakan alarm dimana peneliti perlu memperhatikan kualitas dan keabsahan data. Data dapat dioptimalkan oleh peneliti sebagai instrumen guna meningkatkan kualitas kesehatan dari berbagai sektor pendukung. Ke depan, sistem pengetahuan sangat membutuhkan teknologi penunjang dan data manajemen yang lebih baik, serta perlunya memahami perspektif properti intelektual dan aspek etik. Aspek-aspek ini terdiri dari pandangan pada data owners dan prosedur consent.

Beberapa peserta yang tertarik dengan pembahasan topik ini menyampaikan pertanyaan terkait sistem manajemen data yang lebih optimal. Prof Virasakdi Chongsuvivatwong menjawab bahwa keterampilan peneliti dalam mengenal data hingga sistem manajemen data sangat dibutuhkan di era ledakan data saat ini. Selain itu, prinsip pada pemegang data yang perlu diketahui yakni sistem data yang akuntabel, terbuka, dan data yang telah analisis perlu dikomunikasikan pada policy maker. Narasumber kembali menggarisbawahi bahwa Big Data memberikan perspektif yang sangat luas dan peneliti perlu memandang hal ini sebagai peluang. Kerjasama lintas sektor dari berbagai disiplin ilmu sangat dibutuhkan dalam kerangka Big Data sebagai upaya peningkatan kualitas kesehatan.

Reporter: Nopryan Ekadinata (PKMK UGM)

Reportase Terkait:

 

Opening Ceremony

Oleh: Prof. Datuk Dr. Rahman Al Jamal

datukPGF tahun ini dibuka secara resmi oleh Prof. Dato’ Dr. Hanafiah Harunarashid selaku Direktur Universiti Kebangsaan Malaysia Medical Center. Kegiatan ini dihadiri oleh peserta yang berasal dari berbagai institusi dan berasal dari berbagai negara, yakni Malaysia, Indonesia, Thailand, serta negara Asia dan Afrika lainnya. Dalam sambutannya, Prof. Datuk mengharapkan PGF tahun ini dapat menjadi ajang pertukaran informasi terkait isu Big Data di beberapa negara Asia Tenggara. Big Data memegang peranan penting dalam bidang kesehatan masyarakat. Big Data tidak hanya menjadi perhatian dari pihak tertentu saja, tetapi sudah menjadi isu publik yang mulai dibahas secara masif dan didorong oleh penggunaan sosial media.

Keberagaman kesehatan masyarakat dan lingkungan menjadi dasar pentingnya big data. Big data tidak hanya berkaitan dengan data, tetapi juga proses mengolah, menyimpan dan menerjemahkan data yang ada, kemudian dipergunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Sebagai contoh, pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan (rumah sakit) dapat ditingkatkan dengan data yang berkualitas, dengan tujuan memberikan penegakan diagnostik yang tepat. Diagnostik yang tepat menurunkan dampak negatif dari pelayanan kesehatan, menurunkan risiko yang berasal dari human error tenaga kesehatan, dan menekan pembiayaan kesehatan di fasilitas kesehatan. Data yang baik juga dapat digunakan antar fasilitas kesehatan yang terintegrasi dengan sistem yang baik, guna memecahkan masalah bersama di fasilitas kesehatan dan integrasi data nasional.

Dewasa ini, beberapa negara seperti Indonesia juga menerapkan penggunaan big data yang memiliki indikator kompleks dan komprehensif dalam penerapan Jaminan Kesehatan Nasional. Hal ini merupakan langkah awal yang baik guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memberikan jaminan kesehatan menyeluruh untuk masyarakat.

Reporter: Muhammad Asrullah (PKMK UGM)

Reportase Terkait:

 

Keynote Address

Oleh: Prof. Dato Dr Syed Mohammed Aljunid

datoKegiatan PGF tahun ini bertempat di Universiti Kebangsaan Malaysia, Kuala Lumpur dengan mengusung tema “Using Big Data for Health Policy and Management”. Kegiatan ini diawali dengan keynote speech oleh Prof Dato Dr Syed Mohammed Aljunid.

Prof Dato Dr Syed Mohammed Aljunid memulai dengan memberikan pengantar mengenai Kebijakan Kesehatan dan Penggunaan Data Besar. Kebijakan kesehatan merupaka satu kesatuan dari beberapa unsur yang dapat mempengaruhi jalannya organisasi, menyediakan peraturan dan menyusun pembiayaan dalam sistem kesehatan. Menurut beliau, kebijakan berbeda dengan sebuah keputusan, dimana kebijakan mencakup hal yang lebih luas dan kompleks. Negara berkembang menghadapi tantangan yang berbeda-beda dalam kebijakan kesehatan dan diperlukan data dan informasi yang akurat untuk menunjang seluruh tahapan pembuatan kebijakan. Data universal yang dihasilkan baik secara langsung maupun tidak langsung dari masyarakat, dapat digunakan sebagai landasan untuk merumuskan dan memprioritaskan sebuah kebijakan dalam dunia kesehatan. Hal ini dikenal dengan kebijakan kesehatan berbasis bukti.

Data-data yang ada selama ini di beberapa negara masih belum terstruktur, baik data yang berasal dari rekam medis, klaim asuransi kesehatan, maupun data survailans. Kondisi ini juga sejalan dengan rendahnya penggunaan data tersebut oleh pemangku kebijakan sehingga kebijakan yang dibuat tidak berdasarkan pada fakta yang ada. Dalam sebuah proses pembuatan kebijakan dalam dunia kesehatan, kelompok yang memegang peranan penting dan dianggap memiliki kepentingan adalah tenaga kesehatan. Sedangkan kelompok yang dianggap memperoleh dampak langsung adalah pengguna jasa (masyarakat) dan pasien. Data yang ada juga menunjukkan tingginya angka fraud di dunia kesehatan. Kepentingan-kepentingan dari sebuah proses kebijakan ini dapat dihindari jika didasari oleh penggunaan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hal lain yang juga perlu dipertimbangkan dalam penggunaan data adalah isu etika dan legalitas data. Kedua hal tersebut membutuhkan sumber daya manusia kesehatan yang terdiri dari multi disiplin profesi yang terampil dan berpengetahuan. Konsekuensinya adalah perlu pelatihan yang memadai dalam proses pengolahan data dan proses penyajian data dalam sebuah policy brief yang mudah dipahami dan dapat digunakan oleh seluruh kelompok yang membutuhkan. Data yang baik sendiri diartikan sebagai data yang berkualitas dengan tingkat akurasi yang tinggi dan dapat diterjemahkan dan disebarluaskan (Data Sharing).
Pada akhir sesi, Prof Dato menekankan bahwa Big Data merupakan isu yang menarik dalam sistem kebijakan kesehatan dewasa ini. Data yang baik dapat membantu menghasilkan kebijakan kesehatan yang tepat.

Reporter: Muhammad Asrullah (PKMK UGM)

Reportase Terkait:

 

Forum Nasional Jaringan Kebijakan Kesehatan 2018

7 -9 November 2018

Apakah Kebijakan JKN akan mencapai sasaran di Peta Jalan?


  Tujuan:

  1. Membahas hasil sementara Riset Evaluasi Kebijakan dengan metode Realist Evaluation.
  2. Mendiskusikan Analisis Kebijakan JKN.
  3. Merencanakan proses advokasi kebijakan JKN

  Kegiatan:

  1. Seminar 2 hari mengenai Hasil Riset dan analisis Kebijakan ( Rabu dan Kamis 7-8 November 2019).
  2. Latihan menulis policy-brief dan proses advokasi kebijakan (Jumat, 9 November 2019).
  3. Membahas makalah bebas untuk kebijakan kesehatan.

Pendaftaran peserta:

Seminar 2 hari

Early Bird: sampai dengan 31 Agustus 2018        Rp. 1.000.000
Normal: Sampai dengan 3 November 2018          Rp 1.250.000
On-site: Mulai 5 November 2018                         Rp 1.500.000

Pelatihan: (Rp 1.500.000,-)

  1. Penulisan Policy Brief dan Digital Policy Memo.
  2. Menggali dana-dana Filantropisme untuk meningkatkan keadilan social.

- Call-for-Paper untuk makalah bebas: sampai dengan 1 Agustus 2018.
- Pemberitahuan peserta yang diterima: 20 Agustus 2018.

 

 

Jadual Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia (Mei – Desember 2018)

Dalam tahun 2018, berbagai kegiatan direncanakan oleh Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia. Kegiatan berupa pelatihan, penulisan proposal, penelitian sampai mengikuti berbagai pertemuan ilmiah. Silahkan klik untuk melihat berbagai kegiatan yang ada.

BULAN

AGENDA

6 Maret - 11 Mei 2018

Pelatihan Analisis Kebijakan angkatan 1

selengkapnya 

Mei-Juni 2018

Perumusan Proposal Untuk Riset Evaluasi Kebijakan dan Analisis Kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional 

selengkapnya

14 Mei - 29 Juni 2018

Pelatihan Perumusan Policy Brief Sektor Kebijakan Kesehatan

selengkapnya

22 Mei - 31 Juli 2018 

Pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Bidang Kesehatan di Era Jaminan Kesehatan Nasional angkatan 1

selengkapnya

2 - 3 Juli 2018 

Mengikuti dan melaporkan Pertemuan Internasional 12th PGF on Health Systems dan Policies 2018 yang akan diselenggarakan selama dua hari di Kuala Lumpur Malaysia:

Tema: Using Big Data for Health Policy and Management,
Hari, tanggal : 2-3 Juli 2018
Tempat : Auditorium Hospital Canselor Tuanku Muhriz UKM Medical Centre Cheras, Kuala Lumpur

selengkapnya

20 Juli 2018

Bedah Buku :
Analisis Kebijakan Kesehatan, Prinsip dan Aplikasi
Penulis : Dr. Dumilah Ayuningtyas, MARS

Agustus 2018

Penelitian Evaluasi Kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional

selengkapnya

2 Agustus 2018

Mengikuti dan melaporkan The 3rd International Conference on Applied Science and Health yang akan diselenggarakan di Thailand

Tema : Addressing Global Health Challenges: Policy, Research and Practices
Tempat : Faculty of Graduate Studies, Mahidol University Salaya Campus, Nakhon Pathom, Thailand

selengkapnya

1-2 September 2018

Mengikuti dan melaporkan The 1st International Conference on Health Administration and Policy yang diselenggarakan oleh FKM Unair

Tema : Risk Management in Healthcare
Tempat : Wyndham Hotel, Jl Basuki Rahmat 67 - 73, Embong Kaliasin Surabaya - East Java, Indonesia

selengkapnya

September 2018

Penelitian Evaluasi Kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional

selengkapnya

3- 6 September 2018

Forum Mutu Nasional - Indonesian Health Care Quality Network (IHQN) Ke XIV di Surabaya bekerjasama dengan Departemen FK UNAIR

Tema : Leadership dalam Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan: Meningkatkan Efisiensi, Memenuhi Standar Akreditasi, dan Berperan Serta dalam Sustainable Development Goals / SDGs (Fokus pada Pelayanan KIA)
Tempat : Novotel Samator Hotel, Jl Raya Kedung Baruk No.26-28, Kedung Baruk, Rungkut, Surabaya

selengkapnya

4 September - 23 Oktober 2018

Pelatihan Analis Kebijakan Angkatan II

selengkapnya  

8 - 12 Oktober

Mengikuti dan melaporkan The Fifth Global Symposium on Health Systems Research di Liverpool Inggris.

selengkapnya

7 - 9 November

Menyelenggarakan Forum Nasional Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia dengan basis Webinar.

Tema: Apakah Kebijakan JKN akan mencapai sasaran yang tertuang dalam Peta Jalan JKN?

selengkapnya

Desember 2018

Kaleidoskop dan Outlook Kebijakan Kesehatan 2019.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • toto
  • bandar togel 4d
  • live draw sgp
  • togel4d
  • slot777
  • scatter hitam
  • togel online
  • toto 4d/
  • toto slot
  • slot dana
  • bandar slot
  • scatter hitam
  • slot dana
  • slot resmi
  • bandar slot resmi
  • bandar slot
  • slot resmi
  • agen toto
  • slot dana
  • deposit 5000
  • login togel4d
  • link gacor
  • toto slot
  • situs slot
  • slot online
  • togel online
  • slot gacor
  • totoslot
  • wengtoto
  • bandar togel
  • toto slot
  • rajabandot
  • resmi 777
  • situs bandar slot
  • agen slot
  • bandar slot
  • slot online
  • bandar slot terbaik
  • slot resmi
  • slot88
  • slot 1000
  • jp togel
  • slot resmi terpercaya
  • slot gacor
  • slot resmi
  • slot online
  • rajabandot
  • togel4d
  • togel4d
  • togel4d
  • slot kasih maxwin
  • sultan slot
  • slot gacor bagi thr
  • bandar slot
  • slot777
  • slot asia
  • tototogel
  • jptogel
  • slot 1000
  • bandar slot asia
  • bandar slot terbesar
  • bandar slot gacor
  • situs bandar slot
  • slot online
  • toto 5000
  • href="https://www.socnatural.com/">toto5000 href="https://twsocial.co.uk/">slot asia href="https://vatrefundagency.co.za/">slot online resmi